Kau Bertanya Tentang Sunyi

· Aporism
Authors

“Aku bahkan tidak juga memahami apa yang kau maksud dengan sunyi. Bagaimana aku harus di sampingmu?”

“Ketika Muhammad pulang dengan menggigil dan ketakutan, istrinya datang menyambutnya, menyelimutinya dengan kasih sayang. Khadijah tak tahu persis apa yang dialami suaminya, seperti halnya dia juga tak tahu persis mengapa suaminya sering pergi menyendiri. Yang dia tahu, dia percaya sepenuhnya pada suaminya, apa yang dia katakan, pikirkan, alami. Seperti halnya suaminya mempercayainya sepenuhnya.”

“Apakah aku juga harus mengalami sunyi, untuk memahamimu?”

“Cukuplah kau menjadi dirimu sendiri, dengan kesunyianmu sendiri. Karena dia selalu datang dengan rupa yang berbeda, seperti bayangan dalam cermin. Cukuplah kau memahami aku sunyi, dukung dan peluklah aku saat itu.”

Zayin

Pekan pertama di Tartu. Salju turun lagi siang ini, 11 Januari 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: