Hanya

· Aporism
Authors

Hanya yang berjalan yang mengerti sunyi, bukan yang diam dalam kamar.

Hanya yang terluka yang merasakan sakit, bukan yang menatap iba.

Hanya yang terjaga yang mendengar, bukan yang lelap kala gelap.

Hanya yang bertanya yang meyakini, bukan yang berlalu begitu saja.

Hanya yang berilmu yang mengenali mutiara, bukan yang membuangnya dari balik jendela.

Zayin

Dua dinihari, aku rindu. 12 Januari 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: